Pengamat Politik Masalah Ancaman Revolusi Rizieq : Sikap Orang yang Tersudut serta Putus Asa

Pengamat Politik Masalah Ancaman Revolusi Rizieq : Sikap Orang yang Tersudut serta Putus Asa


Live Poker IndonesiaPengamat politik Arbi Sanit menilainya, tawaran dari Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab pada pemerintah untuk pilih pada rekonsiliasi atau revolusi, adalah sikap orang yang tersudut.

" Itu memanglah sikap yang senantiasa di ambil oleh orang yang tersudut. Dia kan saat ini tidak ada langkah yang beda. Tak ada alternatif lain, sebab dia saat ini ada dalam tempat yang lemah dengan hukum, sosial, serta politik, " kata Arbi pada Selasa (20/6/2017).

" Tempatnya yang awalannya bebas berpolitik di Indonesia, itu tidak ada sekali lagi kan. Dalam keadaan tanpa ada pilihan itu, dia menyuruh pemerintah pilih juga, " sambungnya.

Argumen Arbi mengatakan Habib Rizieq tersudut, karena beragam masalah hukum yang menjeratnya, terlebih saat ini dia sudah jadi tersangka serta masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam masalah chat WhatsApp berkonten pornografi.

" Karna apa pun argumennya pemerintah juga akan menangkap dia serta mengadilinya. Karenanya dia putus harapan dalam mencari jalan damai. Untuk dia tidak ada jalan kompromi sekali lagi, " katanya.

" Hasrat dia itu bertolak belakang dengan keingin pemerintah. Karenanya dia buat ancaman berbentuk pilihan yang susah buat pemerintah, " lebih Arbi.

Judi Online TerpercayaTerlebih dulu Habib Rizieq lewat sambungan telepon dari Arab Saudi dalam satu acara diskusi inginkan, supaya sebagian tokoh yang ada di pihak dia, mengatur format yang pas untuk diadakannya rekonsiliasi dengan pemerintah.

Akan tetapi ditegaskan Habib Rizieq, bila tawaran rekonsiliasi tidak diterima pemerintah serta masih tetap ada ulama yang dikriminalisasi, kebebasan Hak Asasi Manusia beberapa aktivis diberhangus, rakyat jelata terus-terusan dipersulit serta Islam di marginalkan, jadi dia berkemauan lakukan revolusi.

" Walau demikian bila rekonsiliasi itu tidak berhasil, bila rekonsiliasi itu tetaplah tidak diterima oleh pihak seberang sana, jadi tak ada kata beda yang perlu kita kerjakan terkecuali lawan. Jadi saat ini pilihannya berada di hadapan pemerintah, terserah pemerintah, ingin rekonsiliasi atau revolusi...?!, " tegas Habib Rizieq, Jumat (16/6/2017).

Subscribe to receive free email updates: