Farhat Sebut Minta Maafnya Dhani Telah Menjadi Hukuman

Farhat Sebut Minta Maafnya Dhani Telah Menjadi Hukuman


Live Poker IndonesiaMusisi yang politisi Ahmad Dhani pada Maret 2017 lantas, lewat akun Twitter-nya pernah buat cuitan yang menghebohkan, dengan menyebutkan " Siapapun yg dukung Penista Agama yaitu Bajingan yg butuh di ludahi muka nya - ADP. "

Satu hari sesudah cuitannya itu viral di sosial media, suami Mulan Jameela itu mohon maaf. " Mohon Maaf saya pada Majelis Penista Agama, bila cuitan saya dipandang menyakitkan - ADP, " catat Dhani saat itu.

Kicauan Dhani itu pernah memperoleh kecaman dari warganet (netizen) terlebih pendukung bekas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Pasalnya, walau pentolan Dewa 19 itu tidak mengatakan nama, tetapi mereka mengira cuitan itu diperuntukkan pada Ahok yang waktu itu tersandung masalah penistaan agama. Terlebih Dhani adalah satu diantara tokoh yang sering bersebrangan dengan Ahok.

Mengakibatkan, Dhani dipolisikan serta kasusnya saat ini tengah ditingkatkan ke step penyidikan. Pelaporan itu juga dikerjakan karna mereka menilainya cuitan Dhani merugikan Ahok-Djarot yang waktu itu ikuti Pilkada DKI.

Menyikapi masalah itu, pengacara Farhat Abbas turut berkomentar. Menurut dia, dengan Dhani mohon maaf, harusnya masalah itu tak akan diperpanjang.

Judi Online TerpercayaMohon maaf itu kan telah hukuman juga kan? Jadi tidak butuh menghukum lewat sistem pengadilan yang panjang serta berlika-liku, " kata Farhat, Jumat (28/7/2017).
Farhat memberikan, sistem hukum masalah ini akan berjalan lama serta hal tersebut juga akan buat ribet pelapor ataupun terlapor.

" Semestinya ini tidak ada laporan bila tidak ada pelapor kan. Pelapor serta terlapor tentu ribet, " tutur kuasa hukum Dhani di masalah sangkaan penghinaan presiden berkaitan orasi dalam tindakan 4 November 2016 lantas itu.

Lagipula dimaksud Farhat, cuitan Dhani adalah kebebasan berekspresi serta tidaklah perlu diolah hukum terlebih nanti hingga ke pengadilan.

" Kebebasan berekspresi didunia maya harusnya kata berbalas kata saja, berarti tidak usah hingga ke pengadilan, " tutur pengacara kontroversial yang popular di kelompok selebritis tanah air itu.

Terlebih dulu Dhani dilaporkan ke polisi oleh pendukung Ahok-Djarot berkaitan ucapannya di sosial media Twitter yang memiliki kandungan kebencian serta masuk pada kampanye hitam.

Terlebih dulu, grup pendukung Ahok-Djarot, yakni BTP Network, memberikan laporan Ahmad Dhani ke polisi pada 9 Maret 2017 lantas berkaitan akun Twitter @AHMADDHANIPRAST, yang nadanya menghasut serta penuh kebencian. Mengenai kicauannya berbunyi, 'Siapa saja yang dukung penista agama yaitu bajingan yang butuh diludahi mukanya'.

Laporan ini di terima polisi dengan Nomor LP/1192/III/2017/PMJ/Dit. Reskrimsus. Pasal yang dipakai yaitu Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 Ayat 2 UU 19 Th. 2016 mengenai ITE.

Subscribe to receive free email updates: