Ini Balasan Jokowi, Saat SBY-Prabowo Mengkritik



Ini Balasan Jokowi, Saat SBY-Prabowo MengkritikLive Poker IndonesiaKetua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto serta Ketua Umum Partai Demokrat yang Preside ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kompak mengritik pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Kritikan itu di sampaikan keduanya dalam jumpa pers, selesai mengadakan pertemuan tertutup, di tempat tinggal SBY di Cikeas, Bogor, Kamis (27/7) malam kemarin.

Keduanya kompak menilainya ada yang salah dari pemerintahan Jokowi. Satu diantaranya masalah UU Pemilu. SBY serta Prabowo keduanya sama tidak sepakat dengan UU Pemilu yang barusan disahkan itu.

SBY menyebutkan dengan Prabowo juga akan buat pergerakan moral untuk mengawasi pemerintahan Jokowi. Menurut dia, pergerakan moral dibutuhkan mana saat perasaan rakyat dicederai.

" Bila masukan tak akan didengar penyelenggara negara oleh pemimpin (Presiden Joko Widodo), harus hukumnya kita mengingatkan, kita memberi koreksi, " kata SBY.

SBY menyatakan, pergerakan moral itu akan dikerjakan dengan beradab, yakni bertumpu dengan nilai-nilai demokrasi serta akan tidak sempat mengakibatkan kerusakan negara.

SBY juga menyebutkan kekhawatirannya bila penguasa hingga melampaui batas juga akan abuse of power atau menyalahgunakan kekuasaannya.

" Power must not go unchecked. Berarti kami mesti meyakinkan kalau pemakaian kekuasaan oleh beberapa pemegang kekuasaan tidak melampaui batas, hingga tidak masuk apa yang dimaksud abuse of power. Banyak pelajaran di negara ini, pada saat pemakaian kekuasaan melampaui batasnya masuk lokasi abuse of power, jadi rakyat memakai koreksinya jadi bentuk koreksi pada negara, " kata SBY.

Tidak kalah keras, Prabowo bahkan juga mengingatkan pemerintahan Jokowi tidak untuk memaksakan kehendak, termasuk juga dalam soal melanggengkan kekuasaan. Pernyataan Prabowo ini terkait dengan revisi Undang-undang Pemilu, satu diantaranya ambang batas pencalonan presiden 20 % yang di dukung partai koalisi pemerintah.

" Karna ini sesuai sama yang di sampaikan Pak SBY. Kita harus mengawal, mengingatkan, menyeimbangi dengan baik, mengingatkan mereka-mereka yang ada di kekuasaan kalau demokrasi itu yaitu jalan paling baik, serta demokrasi memerlukan semangat taat pada logika, semangat taat pada rush of the game serta mesti adil serta tidak memaksakan kehendak dengan semua langkah, " kata Prabowo.

Tidak hanya itu, Prabowo bahkan juga mengatakan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) 20 % yaitu satu lelucon politik.

" Presidential threshold 20 % itu lelucon politik yang menipu rakyat, " kata Prabowo.

Ini Balasan Jokowi, Saat SBY-Prabowo Mengkritik

Judi Online TerpercayaPrabowo mengakui dalam paripurna pengesahan UU Pemilu lantas dianya memerintahkan semua kader partai Gerindra di DPR untuk keluar (walkout). Sebab, diakuinya tidak mau jadi bahan tertawaan rakyat.

" Undang-undang Pemilu barusan dilahirkan, disahkan oleh DPR RI. Yang kita tidak turut bertanggungjawab. Karna kita tidak ingin diketawakan histori, " tuturnya.

Presiden Jokowi juga merespons kritikan ke-2 tokoh bangsa itu. Masalah pernyataan SBY supaya penguasa tidak melampaui batas supaya tidak abuse of power atau menyalahgunakan kekuasaannya, Jokowi menilainya pernyataan SBY itu begitu terlalu berlebih.

" Begitu terlalu berlebih, " kata Jokowi meluncurkan Program Pendidikan Vokasi Industri di PT Astra Otoparts, lokasi Greenland Industrial Center Deltamas, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/7) tempo hari.

Jokowi menyatakan jadi Kepala Negara tidak sempat buat kebijakan yang main sendiri atau jadi pemimpin yang absolut. Terutama, Indonesia adalah negara yang berpedoman system demokrasi.

Dia mencontohkan, waktu menerbitkan Perppu Nomor 2 Th. 2017 mengenai perubahan atas Undang-undang nomor 17 th. 2013 mengenai Ormas. Perppu itu, kata dia, mesti atas kesepakatan dari DPR hingga pemerintah tidak main sendiri dalam menerbitkannya.

" Dalam keluarkan Perppu kan ada juga mekanismenya, sesudah presiden keluarkan Perppu, kan ada mekanisme sekali lagi di DPR serta di situ ada mekanisme yang demokratis, ada fraksi-fraksi tak tahu sepakat serta tidak sepakat berarti saat ini tak ada kekuasaan absolut, mutlak, dari tempat mana? Tidak ada, " katanya.

Jokowi mengingatkan jika DPR menyepakati serta Perppu disahkan, dianya mempersilakan untuk yang menampik untuk memajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dia menyatakan, tidak sempat melarang siapa juga untuk menuntut satu product sebagai saran pemerintah.

" Bila tidak sepakat dapat ke MK, iya kan? Kita ini kan negara demokrasi sekalian negara hukum, jadi sistem itu begitu terbuka sekali kok, apa masih tetap bila ada penambahan demo juga tidak apa-apa juga kan tidak apa-apa. Jadi janganlah dibesar-besarkan hal yang sebenarnya tak ada, " tuturnya.

Tidak hanya SBY, Jokowi juga merespons pernyataan Prabowo masalah presidential threshold 20 % di UU Pemilu yang baru yaitu lelucon politik. Jokowi heran presidential threshold yang sudah disahkan dalam undang-undang Pemilu itu diributkan. Sebab, presidential threshold sudah dipakai pada 2 x Pemilu terlebih dulu serta tak ada yang meributkan seperti sekarang ini.

" Kita telah alami 2 x Presidential Threshold 20 %, (Pemilu) 2009 serta 2014. Mengapa dahulu tidak ramai?, " kata Jokowi.

Jokowi mengklaim, hasrat pemerintah serta partai politik pendukung berkaitan ambang batas pencalonan presiden hanya untuk perkembangan politik dalam negeri periode panjang. Dia mencontohkan, jika presidential threshold 0 % serta calon presiden yang diusung oleh satu partai politik menang Pemilu, jadi dia memperkirakan juga akan berlangsung gejolak. Sebab Presiden dipilih itu tidak di dukung sebagian besar nada partai di DPR.

" Cobalah pikirkan, saya menginginkan beri contoh, bila 0 %, lalu satu partai mencalonkan lalu menang, cobalah pikirkan kelak di DPR? Di Parlemen? Kita dahulu yang 38 % saja kan waduh, " tuturnya.

Jokowi juga menyindir ada pihak yang dahulu mensupport presidential threshold 20 % namun saat ini jadi menampik. Tetapi, Jokowi tidak mengatakan siapa orang dimaksudnya itu apakah SBY atau Prabowo.

" Dahulu ingat, dahulu memohon serta ikuti, kok saat ini jadi berlainan? " kata Jokowi.

Subscribe to receive free email updates: