Tokoh FPI Ini Sebut Masalah Kaesang Lebih Kronis dari Ahok

Tokoh FPI Ini Sebut Masalah Kaesang Lebih Kronis dari Ahok


Live Poker IndonesiaTokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Novel Chaidir Bamukmin menyebutkan, perkataan putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, dalam video situs (blog) (vlog) kepunyaannya, begitu terang ada unsur ujaran kebencian serta penodaan agama.

Karenanya, Novel memohon aparat kepolisian selekasnya mengolah masalah itu, karna disangka tidak mematuhi Pasal 156 serta 156a KUHP.

" Jadi polisi mesti tindak lanjutin. Karna unsur ujaran kebencian itu begitu terang, gambar-gambar yang disiarkan serta beberapa perkataan begitu terang menuju ke arah penistaan pada agama, grup, atau kelompok. Pasal 156 serta 156a, " kata Habib Novel, Kamis (6/7/2017).

Judi Online TerpercayaBahkan juga Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ini mengatakan, yang dikerjakan Kaesang lebih berat dari apa yang dikerjakan bekas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di masalah penistaan agama.
" Karna ini dengan berniat merekam serta men-share-nya. Bahkan juga ini lebih berniat dari Ahok. Bila Ahok kan berada di satu program, saat di sampaikan itu memanglah program DKI Jakarta serta direkam oleh Pemprov, " katanya.

" Bila ini memanglah berniat di buat segera oleh Kaesang ini serta menebarkannya. Kaesang ini lebih miliki kemauan di banding Ahok, " tegas Habib Novel.

Terlebih dulu, Kaesang dilaporkan ke Polres Bekasi Kota pada (2/7/2017) oleh warga bernama Muhammad Hidayat. Putra bungsu Presiden Joko Widodo itu disangka lakukan penodaan agama serta menebarkan ujaran kebencian.

Basic pelaporan itu karna Kaesang dalam channel Youtube-nya menyebutkan, " Untuk membuat Indonesia yang tambah baik, kita tuch mesti kerja serupa. Iya, kerja serupa. Bukanlah jadi sama-sama menjelek-jelekan, mengadu domba, mengkafir-kafirkan orang yang lain. Terlebih ada tempo hari itu, apa namanya, yang tidak ingin mensalatkan walau sebenarnya sesama muslim, karna ketidaksamaan dalam pilih pemimpin. Apaan cobalah? Basic ndeso. ”

Subscribe to receive free email updates: