Heboh, Bandara Ricuh Dikarenakan 120 Penumpang Lion Air Ngamuk Ditinggal Terbang

Heboh, Bandara Ricuh Dikarenakan 120 Penumpang Lion Air Ngamuk Ditinggal Terbang


Live Poker IndonesiaTerkecuali sering tersandung masalah delay, Maskapai penerbangan Lion Air juga digegerkan dengan masalah baru yang buat berang beberapa ratus calon penumpangnya.

Kesempatan ini perusahaan berlogo singa itu meninggalkan 120 calon penumpangnya di Bandara Juwata Tarakan, Kaltara, tempo hari (11/8/17).

Karna ‘kelakuan’ maskapi itu, beberapa pemegang ticket Lion Air tidak terima karna ditelantarkan demikian saja.

Mereka juga segera menumpahkan kekesalannya pada petugas maskapai di bandara. Situasi bandara jadi ricuh.

Di ketahui Pesawat dengan nomor penerbangan JT 673 PK LFT maksud Balikpapan itu, sesungguhnya bertolak sesuai sama jadwal jam 05. 55 Wita. Tetapi waktu pergi, jumlah penumpang yang masuk ke pesawat cuma 86 penumpang saja

Nyatanya, penyebabnya dari ketinggalannya 120 penumpang itu karena sampai jam keberangkatan beberapa penumpang disangka masih tetap lakukan cek in.

Pas di jam keberangkatan sesuai sama jadwal, pilot pesawat nyatanya pilih segera pergi serta meninggalkan 120 penumpang yang lain.

Rio, satu diantara penumpang yang didapati Kaltara Pos menyebutkan, waktu juga akan tinggal landas kru Lion Air tidak memberi laporan kalau pesawat juga akan selekasnya pergi.

Sedang, di ruangan cek in calon penumpang tengah mengantre. “Ini pesawat mendadak pergi, kita penumpang masih tetap lakukan cek in, ” tutur Rio.

Judi Online TerpercayaDisibakkan Rio, dianya telah tiba di terminal keberangkatan pada pukul 04. 30 Wita serta mengakui dianya tidak terlambat untuk lakukan cek in.

Bahkan juga yang buat cek ini lama, lanjut Rio, karna ada masalah pada system cek in Lion Air hingga memakai cek in manual.

“Kata petugas ada masalah server, jadi kita cek in gunakan manual maka dari itu lama. Tetapi sesudah kita cek in serta naik ke ruangan tunggulah nyatanya pesawat telah tak ada, ” katanya.

Terkecuali Rio, terlihat juga di antara 120 penumpang itu satu diantara pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan, Syamsi Sarman.

Waktu di konfirmasi ia menyebutkan, dianya yang punya niat pergi ke Jakarta untuk menghadiri aktivitas yang di gelar Kementerian Agama (Kemenag) RI.

“Acaranya itu jam 9 pagi, jadi karna saya terlambat hari ini mungkin saja saya cuma dapat turut acaranya besok saja, ” jelasnya.

Ditambahkan Syamsi, dianya pernah bertanya tentang standard operasional prosedur (SOP) waktu pesawat juga akan pergi. Walau sebenarnya, umumnya senantiasa ada info dari petugas bandara mengenai keadaan paling baru sebelumnya pergi.

“Biasanya ada pemberitahuan bila ada yang terlambat serta namanya di panggil, ini tak ada serupa sekali, ” katanya.

Disamping itu, Kepala Bandara Juwata Tarakan, Hemi Pamuraharjo, menyebutkan, ia berasumsi pilot telah tidak mematuhi prinsip tanggung jawab pengangkut.

Pasalnya, pilot meninggalkan penumpang yang tengah dalam sistem cek in manual yang memerlukan saat lama.

“Kalau dia bertanggungjawab jadi dia akan tidak meninggalkan penumpang, jadi ini bukanlah delay atau cancel. Tetapi ini yaitu aksi pilot yg tidak bertanggungjawab, ” katanya.

Karena peristiwa itu, Hemi segera lakukan koordinasi dengan Lanud Tarakan serta Polres Tarakan untuk lakukan pengamanan, manfaat meredam amarah penumpang yang batal pergi.

“Pihak bandara juga telah memohon pada pihak Lion Air untuk memberi prioritas pada penumpang yg tidak terbawa pada penerbangan selanjutnya. Dengan catatan tak ada penumpang serta calon haji ketinggalan, ” jelasnya.

Hemi juga telah lakukan koordinasi dengan pihak Lion Air pusat serta memohon supaya ambil aksi pada pilot yang berkaitan. Ke-2, dianya juga telah memohon pesawat pengganti.

Sejumlah 120 penumpang itu mesti menanti sampai lebih kurang 10, 5 jam, mulai sejak antre mulai jam 04. 30 Wita sampai pergi jam 15. 00 Wita.

Tetapi Pihak Lion Air menerbangkan semua calon penumpang dengan memakai dua pesawat sekira jam 15. 00 Wita.

Dua pesawat yang mengangkut yaitu JT 267 maksud Surabaya yang sedianya bertolak 09. 30 Wita. Satu pesawat sekali lagi yaitu JT 675 maksud Balikpapan - Yogyakarta - Makassar – Jakarta.

Tetapi, efek dari insiden ini, keberangkatan jamaah haji dari beragam daerah di Kalimantan Utara, terlambat. Beberapa puluh jamaah haji terlantar di ruangan VIP Bandara Juwata Tarakan untuk menanti keberangkatan.

Subscribe to receive free email updates: