Juga akan Dipolisikan, Arief Poyuono : Apa Saya Mesti Kembali pada PDIP?

Juga akan Dipolisikan, Arief Poyuono : Apa Saya Mesti Kembali pada PDIP?


Live Poker IndonesiaPDIP meyakinkan juga akan mempolisikan Waketum Gerindra Arief Poyuono karna melemparkan pernyataan 'wajar PDIP disamakan dengan PKI'. Arief mengakui tidak punya niat serta tidak mungkin saja menyamai PDIP dengan PKI karna dianya juga berdarah banteng. Apa tujuannya?

Dalam pembicaraan, Rabu (2/8/2017) malam, Arief mengakui keturunan kader PDIP. Dia mengklaim ayahnya adalah kader Partai Nasional Indonesia yang dahulu di pimpin Sukarno, bapak Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Oleh karena itu, begitu mustahil dia mengatakan PDIP serupa dengan PKI.

" Tidak mungkin saja saya menyebutkan PDIP itu PKI. Bapak saya sendiri, kakek saya sendiri PNI, " tutur Arief.

PDIP meyakinkan juga akan mempolisikan Waketum Gerindra Arief Poyuono karna melemparkan pernyataan 'wajar PDIP disamakan dengan PKI'. Arief mengakui tidak punya niat serta tidak mungkin saja menyamai PDIP dengan PKI karna dianya juga berdarah banteng. Apa tujuannya?

Dalam pembicaraan dengan detikcom, Rabu (2/8/2017) malam, Arief mengakui keturunan kader PDIP. Dia mengklaim ayahnya adalah kader Partai Nasional Indonesia yang dahulu di pimpin Sukarno, bapak Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Oleh karena itu, begitu mustahil dia mengatakan PDIP serupa dengan PKI.

" Tidak mungkin saja saya menyebutkan PDIP itu PKI. Bapak saya sendiri, kakek saya sendiri PNI, " tutur Arief.

Judi Online TerpercayaArief mengklaim Megawati kenal persis ayahnya. Dia menyebutkan Megawati serta ayahnya adalah rekanan seperjuangan waktu momen Kudatuli (kerusuhan 27 Juli), yaitu usaha pengambilan paksa kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro 58 dari tangan Megawati oleh massa pendukung Soerjadi.

" (Bapak saya) Orang PDIP. Ada lah, Ibu (Megawati) yang tahu (bapak saya siapa). Ketika pertarungan Ibu Megawati melawan Soerjadi juga Bapak saya dimuka Ibu Megawati, " ungkap Arief.

Diluar itu, Arief mengatakan ayahnya juga dekat dengan suami Megawati, almarhum Taufik Kiemas, karna sempat dipenjara bersama di jaman Orde Baru. Dia juga kembali menyatakan mustahil dianya mengatakan PDIP itu PKI.

" Saat Almarhum Taufik Kiemas, begitu dekat Pak Taufik karna Pak Taufik satu penjara serupa bapak saya saat Orba dahulu kan. Jadi, saya ini berdarah banteng. Jadi tidak mungkin saja saya menyebutkan PDIP itu PKI. Bila PKI, saya PKI, orang dahulu saya sisa kader Gerindra, eh sisa kader PDIP, " sebut Arief.

Selanjutnya, Arief sudah mohon maaf dengan terbuka ke PDIP serta pihak yang terasa dirugikan atas pernyataannya itu. Bila masih tetap dipolisikan, dia juga menerimanya karenanya hak PDIP. Yang tentu, dia telah mohon maaf.

" Telah, keinginan maaf bagaimana, kan (telah) di media (on-line), orang kagak ada TV. Suratnya telah di-publish serupa saya ke mana-mana, telah ada surat terbuka, di detik saja telah dimasukin. Jadi, kurang apa sekali lagi?, " katanya.

" Apa kurang saya diminta kembali pada PDIP? Apa saya mesti kembali sekali lagi ke PDIP? " tambah Arief.

Terlebih dulu, PDIP juga akan memberikan laporan Arief ke polisi dalam satu atau dua hari ke depan. Ketua Bagian Hukum HAM serta Perundang-undangan PDIP Trimedya Panjaitan menyebutkan laporan ini juga akan dikerjakan oleh Tim Tubuh Pertolongan Hukum PDIP yang dikoordinir dianya. Arief juga akan dilaporkan dengan dua pasal.

" (Pasal pencemaran nama baik) Itu dapat serupa ITE. (Arief) Dengan berniat memakai mass media apa gitu loh, " sebut dia.

Subscribe to receive free email updates: