Komika Acho Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik, Karena Kritik Masalah Apartemen

Komika Acho Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik, Karena Kritik Masalah Apartemen


Poker Online TerbaikArtis Stand Up Comedy (komika), Muhadkly MT atau di kenal dengan nama panggung Acho dilaporkan manajemen PT Duta Paramindo Sejahtera sebagai pengelola Apartemen Green Pramuka ke polisi.

Acho dilaporkan pihak pengelola berkaitan tulisan di situs (blog) pribadi dan sosial media kepunyaannya yang dinilai mencemarkan nama baik Apartemen Green Pramuka.

Dari tayangan pers resmi yang di buat Instansi Pertolongan Hukum Pers (LBH) serta SAFEnet yang diperoleh, Minggu (6/8/2017), semula masalah berlangsung pada 2015. Acho menulis yang dirasakan yang dia rasakan di situs (blog) pribadi kepunyaannya.

Acho mempertanyakan prinsip pihak pengelola untuk sediakan ruangan terbuka hijau seperti yang dijanjikan pengelola di brosur dan lewat situs pengelola apartemen. Janji itu ditagih sesudah Acho beli satu unit apartemen di Green Pramuka pada 2013.

" Yang menarik waktu itu yaitu, di brosur serta websitenya tertulis kalau nanti apartemen ini juga akan memiliki konsep green living, dimana 80 prosentasenya yaitu halaman terbuka. Wow, menarik bukan? Nyatanya saya mesti menelan rasa kecewa, karna sekarang ini, apartemen Green Pramuka City tengah membuat 17 tower diatas tempat itu, " tutur Acho lewat situs (blog) pribadinya.

" Jadi, ke mana kelak perginya 80% ruang terbuka dengan kata lain green living yang mereka janjikan seluas beberapa puluh hektar itu? Entahlah, ini Kekecewaan pertama yang saya rasakan. Mimpi saya tinggal di apartemen yang miliki halaman hijau 10 Ha, mesti saya pendam dalam-dalam, " catat Acho meneruskan.

Situs Poker Online IndonesiaAde Wahyudin dari LBH Pers menyebutkan, yang dirasakan itu di-posting Acho pada 8 Maret 2015. Lantas pada 5 November 2016, kuasa hukum pengelola apartemen Danang Surya Winata memberikan laporan Acho ke polisi dengan sangkaan lakukan pencemaran nama baik sesuai sama pasal 27 ayat 3 UU ITE serta pasal 310-311 KUHP.

Pada 26 April 2017 Acho terima panggilan dari Cyber Crime Polda Metrojaya untuk di check jadi saksi masalah pencemaran nama baik. Pada 9 Juni 2017 Acho terima surat panggilan polisi untuk di check jadi tersangka.

Pada 22 Juni 2017 Acho kirim surat ke pihak pelapor supaya sangkanya ingin berjumpa untuk lakukan mediasi sesuai sama arahan penyidik. Lantas pada 2 Juli 2017 karna surat tidak direspon, Acho menghubungi Danang serta mengajak bermediasi. Tetapi usaha mediasi tidak diterima.

Pada 17 Juli 2017 Acho kembali datang ke Polda Metro Jaya untuk pengambilan sidik jari serta photo tersangka. Ade menyebutkan pada 7 Agustus 2017 berkas Acho dinyatakan komplit oleh kejaksaan.

Berkas Acho juga akan dilimpahkan dari Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Ade menilainya, perbuatan yang dikerjakan Acho adalah bentuk penyampaian pendapat yang legal didasarkan bukti-bukti.

Perbuatan Acho menurut LBH dinilai mewakili kebutuhan umum serta beberapa penghuni apartemen yang dirugikan atas persoalan pengelolaan yang berlangsung.

" Ke-3, Perbuatan Acho adalah sisi dari hak mengemukakan pendapat serta berekspresi yang disebut sisi dari Hak Asasi Manusia seperti ditanggung oleh pasal 28 F UUD serta Ketentuan Perundangan yang berlaku, " tutur Ade.

Ade menyebutkan, LBH Pers serta SAFEnet menyesalkan masalah yang dinilai dipaksakan ke step P21 karna masalah Acho ini dinilai tak ada unsur fitnah serta pencemaran nama baik yang dikerjakannya.

LBH serta SAFEnet memohon polisi hentikan masalah Acho serta pada Kejaksaan Tinggi DKI untuk menampik berkas masalah Acho.

Berkaitan hal semacam ini, Kompas. com masih tetap berusaha untuk memohon konfirmasi pihak Apartemen Green Pramuka City.

Subscribe to receive free email updates: