Mengusik Haru, Buya Syafii Didapati Naik KRL Seseorang Diri

Mengusik Haru, Buya Syafii Didapati Naik KRL Seseorang Diri


Live Poker IndonesiaUsianya tidak sekali lagi muda, kepala delapan, ya beliau yaitu Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii. Lahir di Minangkabau lalu merantau serta tinggal di Yogyakarta.

Namanya bukanlah asing sekali lagi di kelompok Muhammadiyah serta masuk jejeran tokoh nasional di Indonesia.

Anak dari pasangan Ma'rifah Rauf Datuk Rajo Malayu serta Fathiyah itu juga populer sosok simpel.

Di kampungnya tinggal di Yogyakarta, Buya populer dengan sifat simpel walau jadi tokoh nasional.

Salat di baris saf ke-2 tidak jadi masalah walau jadi pengisi ceramah di masjid.
Di sekian kali peluang, Buya pernah terekam camera mengayuh sepeda 'Onthel' di jalanan.
Satu sekali lagi potret kesederhanaan Buya terekam saat Buya naik kereta.

Photo itu diupload di akun twitter tokoh agama Romo Benny Susetyo, Sabtu (12/8/2017).
Tidak ada info serupa sekali pada photo yang diupload Romo Benny.

Buya terlihat duduk berhimpitan di kursi kereta sambil memegang tongkat.

Selidik miliki selidik, Buya barusan ada di acara Peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila di halaman belakang Istana Bogor dengan Presiden Jokowi.

Pada acara itu ada Ketua Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden (UKP) Pemantapan Ideologi Pancasila (PIP) Megawati Soekarnoputri, tokoh agama Romo Benny Susetyo, Ketua UKP PIP Yudi Latief, bekas Wakil Presiden Tri Soetrisno, termasuk juga Buya Safii.

" Ini pulang dari acara di Istana Bogor barusan pagi sepertinya, tak ada yang nemenin... " catat @mz_heroe menyikapi tulisan Romo Benny.

Judi Online TerpercayaSebagian netizen beda menuliskan komentar mengagumi akan dengan sifat kesederhaan yang dijalani Buya Syafii.

Dikabarkan sekian waktu lalu, ciri-khas Buya Syafii juga disibakkan oleh Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mufti.

Menurut dia sosok Buya Syafii Maarif berjiwa egaliter yg tidak memohon dihormati.

Menurut dia, hal itu adalah satu diantara keteladanan Buya Syafii Maarif.

" Buya Syafii di PP Muhammadiyah seringkali dimarahi karna sepatu sol bolong tidak ingin ganti. Walau sebenarnya (Buya) ketum. Bila Ketum saja gunakan sol bolong jadi Muhammadiyah tidak perhatian ke Buya, " kata Mufti dalam diskusi 'Merawat Pemikiran Guru-guru Bangsa' di Hotel Century, Jakarta, Rabu (12/4/2017).

Contoh sikap Buya yang merakyat yang lain yaitu kesenangannya makan di warung tegal (Warteg) di lokasi Gondangdia.

Buya juga tidak ingin dijemput dengan Taxi tetapi Bajaj.

Saat ini, Buya Syafii suka melancong naik sepeda di Yogyakarta.

Mufti juga mengungkap sikap Buya Syafii saat dihujat berkaitan pemahamannya tentang surat Al Maidah.

Buya, kata Mufti, dihujat dengan mengagumkan.

" Tempat tinggalnya hingga dijaga polisi. Namun dirumah salat di Masjid serta pulangnya numpang ojek. Akhlaknya tetaplah membumi, ini begitu langka. Minta maaf pemimpin pemimpin melangit namun tidak membumi, " tutur Mufti.

Subscribe to receive free email updates: