Saksi Kunci e-KTP yang Tewas Sempat Sumbang Rp 3 M ke Obama

Saksi Kunci e-KTP yang Tewas Sempat Sumbang Rp 3 M ke Obama


Live Poker IndonesiaSaksi kunci e-KTP Johannes Marliem dikabarkan tewas di Los Angeles, Amerika Serikat. Johannes adalah entrepreneur Indonesia yang menjabat jadi Direktur Biomorf Lone LLC Amerika Serikat.

Perusahaan itu jadi penyedia product automated finger print identification sistem (AFIS) merk L-1 untuk project ktp elektronik.

Menurut media lokal Minneapolis, AS, Sabtu (12/8/2017), Johannes adalah satu diantara penyumbang dana paling besar untuk pesta inaugurasi ke-2 Presiden AS Barack Obama. Waktu itu, Johannes menyumbangkan dana sebesar USD 225. 000 (sekitaran Rp 3, 2 miliar) atau cuma selisih USD 25. 000 dari perusahaan multinasional ExxonMobil.

Diluar itu, sumbangan itu 2 x lipat dari yang didapatkan bekas istri Gubernur Minnesota, Mark Dayton dari Partai Demokrat yaitu Alida Messinger.

Johannes juga terdaftar jadi CEO serta pendiri Marliem Marketing Group di Minneapolis. Dalam website perusahaan Johannes terdaftar kalau kantor ada di Minneapolis serta Jakarta, Indonesia serta dibuat pada th. 2006 kemarin.

Dalam website situs itu, perusahaan Johannes beroperasi di sektor usaha kecil serta untuk perusahaan AS untuk jual product serta service di Indonesia. Terlebih, Johannes mempunyai kontrak sejumlah USD 600 juta dengan perusahaan yang buat identifikasi biometrik System yang dipakai di indonesia.

Judi Online TerpercayaDisamping itu, dalam Pipres AS pada th. 2016 lantas, Johannes memberi dana sumbangan sebesar USD 100 ribu serta USD 125 ribu untuk komite pelantikan presiden. Komisi Pemilu AS mencatat Johannes menyumbangkan dana USD 2. 500 serta berikan dana sejumlah USD 70. 000 untuk kampanye kepresidenan, Komite Nasional Demokratik serta sebagian komite Demokratik negara sisi lewat pengumpulan dana dengan.

Sedang pada th. 2010, Johannes dinyatakan bersalah atas masalah penipuan check kosong sejumlah USD 10 ribu. Check kosong itu tertulis dari Bank TCF untuk disimpan di rekening bank Wells Fargo.

Dalam sidang perkara korupsi e-KTP, Johannes dimaksud memberi beberapa uang untuk satu diantara terdakwa, yakni Sugiharto. " Sesudah Konsorsium PNRI dinyatakan lulus pelajari terdakwa II (Sugiharto) lewat Yosep Sumartono terima uang dari Paulus Tanos beberapa USD 300 ribu yang di terima di Menara BCA, Jakarta, serta dari Johannes Marliem beberapa USD 200 ribu, yang di terima di Mal Grand Indonesia, Jakarta, " catat jaksa dalam surat tuntutan seperti diambil.

Uang USD 200 ribu itu dimaksud untuk kebutuhan membayar advokat, yakni Hotma Sitompoel. Diluar itu, Sugiharto pernah beli satu unit mobil Honda Jazz dengan uang yang diperoleh dari Johannes.

" Kalau pada bulan Mei 2012 hingga November 2012, Terdakwa II lakukan pembayaran pekerjaan pengadaan system AFIS th. 2012 yang produknya disiapkan oleh Johannes Marliem.

Pada bulan Oktober 2012, Terdakwa II terima uang beberapa USD 20 ribu dari Johannes Marliem lewat Husni Fahmi, yang lalu ditukar oleh Terdakwa II hingga peroleh sekitaran Rp 190 juta. Lalu Terdakwa II memakai sebesar Rp 150 juta untuk beli 1 unit mobil Honda jazz nomor polisi B-1779-EKE serta bekasnya sebesar Rp 40 juta untuk kebutuhan pribadi Terdakwa II, " catat jaksa dalam surat tuntutan.

Johannes sendiri memperoleh keuntungan USD 14. 880. 000 serta Rp 25. 242. 546. 892 dalam project itu. " Kalau atas pembayaran system AFIS itu diatas, Johannes Marliem peroleh keuntungan sebesar USD 14. 880. 000 serta Rp 25. 242. 546. 892, " sambung jaksa.

Subscribe to receive free email updates: